Postingan

KISAH KH. SYAFI'I BIN KH. ABDUL MAJID, PAHLAWAN DAN ULAMA PEKALONGAN

Gambar
KISAH KH. SYAFI'I BIN KH. ABDUL MAJID , PAHLAWAN DAN ULAMA PEKALONGAN Kyai Syafi’i merupakan ulama’ besar dan menjadi panutan di wilayah Pekalongan. Beliau adalah putra kedua dari pasangan KH. Abdul Majid bin Katijoyo dan Ibu Ruqoyyah. Beliau lahir pada tahun 1908 M di Dukuh Kemisan yang sekarang termasuk wilayah Kradenan. Diantara saudara-saudara beliau yaitu H. Mawardi, H. Sya’ban, H. Sausari, dan H. Khulari. Kyai Syafi’i mempunyai dua orang istri yaitu Ibu Shofiyah dan Ibu Munipah. Awalnya Kyai Syafi’i mengaji kepada ayahnya sendiri yaitu KH. Abdul Majid (pendiri Masjid Jami Pringlangu, sekarang dikenal sebagai Masjid Jami’ Asy-Syafi’i). Setelah itu beliau nyantri di Pondok Pesantren Kempek Cirebon. Beliau kemudian dibawa ke Makkah oleh saudara dari H. Nahrowi, Kyai Syafi’i sendiri sejak kecil sudah diangkat anak oleh H. Nahrowi. Tak cukup sampai disitu, Kyai Syafi’i juga melanjutkan nyantri ke Pondok Kaliwungu dan Pondok Tebuireng. Setelah pulang ke Pekalonga...

Imam Condro, Pahlawan Sekaligus Ulama'

Gambar
Imam Condro, Pahlawan Sekaligus Ulama'         Desa Rowokembu Kecamatan Wonopringgo dulu ada seorang pejuang kemerdekaan sekaligus ulama. Beliau adalah Imam Condro komandan brigade Samber Nyawa , yang lahir pada tahun 1926 dan wafat pada tahun 1966. Imam Condro merupakan anak pertama dari 14 bersaudara, sejak kecil dikenal memiliki kelebihan dibandingkan anak sebayanya. Adik beliau Kolonel Syamsul Hadi mengisahkan waktu kecil Imam Condro gemar mencari ikan dan ular. “Nah suatu saat beliau Imam Condro mencari ular dan digigit, namun gigitan itu tidak membekas di tubuhnya dan justru ular itu dapat dilumpuhkan,” Pada masa perjuangan, atas perintah Pemerintah Indonesia waktu itu, Imam Condro diangkat menjadi seorang Brigadir dan membentuk pasukan dengan nama Brigade Samber Nyowo., Brigade Samber Nyowo berhasil mengusir kolonial Belanda dari wilayahnya. “Namun setiap Imam Condro berjuang, ayahanda selalu ditangkap dan dimasukan...

Dan, KH Hasyim Asy’ari pun Iri kepada Guru TPQ

Gambar
Kepada Kiai Salam Kajen, Mbah Hasyim Asy'ari Cerita Soal Cita-Cita yang Belum Tersampaikan Oleh : Gus Yahya Cholil Staquf "Aku pengen ketemu Kiai Salam," kata pendiri NU, Kiai Hasyim Asy’ari. Kiai Nawawi pun mengantarkan. Kiai Abdussalam rahimahullah adalah ayahanda dari Kiai Abdullah Salam dan kakek dari Kiai Sahal Mahfudh. Sampai di kediaman Kiai Salam, didapati tuan rumah sedang mengajar anak-anak kecil mengaji. Kiai Hasyim serta-merta menahan langkah, menyembunyikan diri dari pandangan Kiai Salam, dan menunggu. Setelah semua anak-anak kecil itu selesai ngajinya, barulah Kiai Hasyim mengucap salam, yang lantas disambut dengan suka-cita luar biasa. Meninggalkan kediaman Kiai Salam, Kiai Hasyim kelihatan ngungun . Air matanya mengambang. "Ada apa, ‘Yai?" Kiai Nawawi keheranan. Kiai Hasyim mengendalikan tangisnya, menghela napas dalam-dalam. "Aku punya cita-cita sudah sejak sangat lama… tapi sampai sekarang belu...

ULAMA’ NOTULIS DARI KERTIJAYAN

Gambar
  (Foto: Rijalul Ansor Kertijayan Ketika Berziaroh di Makam KH. Irfan Kertijayan) ULAMA’ NOTULIS DARI KERTIJAYAN Narasumber : KH. Abdul Basit Irfan Mbah KH. Irfan Kertijayan Lahir pada tahun 1894 di desa Kertijayan Kec. Buaran Kab. Pekalongan dan wafat pada tahun 1980 atau pada usia 86 tahun. Beliau putra Mbah Hasbullah bin Ahmad bin Salman, dan mempunyai istri yang bernama Nyai Hj. Masyiatillah binti H. Nawawi. A.     Keutamaan pribadi KH. Irfan bin Hasbullah, antara lain : 1.       Tegas dan pemberani terhadap apa yang diyakini benar. Salah satu bukti ketegasan dan keberanian beliau adalah berdirinya masjid An-Nur Kertijayan. Ketika beliau melontarkan gagasan untuk mendirikan sebuah masjid di Kertijayan ini sebagian kyai dan tokoh masyarakat tidak menyetujui dan tidak mendukungnya, padahal untuk mendirikan masjid tentu memerlukan dukungan banyak pihak, baik dukungan biaya yang besar maupun dukungan dari sisi huk...